Motivasi dan Kepribadian Konsumen

Yohanes Kevin Danny, mahasiswa

Departemen Agronomi dan Hortikultura

Fakultas Pertanian,

Institut Pertanian Bogor.

 

Kuliah Perilaku Konsumen IKK231 September 2014-Januari 2015

Department of Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology Bogor Agricultural University IPB

 

Dosen :

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA

Dr Ir Megawati Simanjuntak, MS

Ir MD Djamaluddin, MSc

Ir Retnaningsih, MS

 

Text Book : Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta : PT Ghalia Indonesia.

Saya, Yohanes Kevin Danny, mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Pada hari Senin, tanggal 7 September 2014, saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen sebagai SC yang disampaikan oleh Bapak Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc. Beliau adalah Guru Besar IPB di bidang ilmu keluarga dan konsumen yang telah menulis banyak buku salah satunya adalah Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.

Setiap manusia pasti memiliki motivasi dalam melakukan suatu kegiatan, baik kegiatan sederhana seperti makan, minum atau tidur maupun saat mengambil keputusan penting seperti jurusan kuliah, pilihan tawaran kerja, dsb. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang pengertian dan konsep-konsep mengenai motivasi serta hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan seseorang.

     Menurut Schiffman and Kanuk (2000), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan dari dalam diri seseorang yang timbul karena ada kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi. Solomon (1999) menyatakan bahwa motivasi adalah proses yang membuat seseorang melakukan suatu hal. Hal ini terjadi saat seseorang atau konsumen memiliki kebutuhan yang perlu dipenuhi. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang sesungguhnya dirasakan dan yang seharusnya dirasakan.

Kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen (felt need) dibedakan menjadi beberapa jenis,

1. Faktor dari dalam konsumen sendiri dan  dari luar konsumen.

Dari dalam konsumen artinya kebutuhan tersebut muncul karena dorongan fisiologis (lapar, haus, lelah) dan psikologis (jenuh, bosan) tiap konsumen. Dari luar konsumen artinya konsumen ingin memenuhi kebutuhan karena barang tersebut yang memang menarik (aroma yang lezat, iklan yang menarik, bentuk barang yang bagus).

2. Primary Needs dan Acquired Needs

Primary needs adalah kebutuhan-kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh seseorang, yaitu berupa; pangan, sandang dan papan. Acquired Needs dapat diartikan sebagai pengembangan dari primary needs di mana seseorang tentu saja membutuhkan dan menginginkan  sesuatu yang berkualitas baik seperti; makanan yang enak, rumah yang bagus dan pakaian yang bagus.

3. Utilitarian Needs dan Expressive Needs

Utilitarian needs lebih menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan yang bersifat fungsional dan mendesak. Expressive needs dipenuhi sesuai dengan keinginan dan gambaran yang diinginkan oleh sang konsumen.

    Seorang konsumen harus memiliki tujuan dan melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhannya, Pada awalnya, seorang konsumen pasti memiliki tujuan awal yang belum spesifik (generic goals) semakin bertambahnya motivasi, pengetahuan dan sumberdaya yang dimiliki oleh konsumen tersebut, tujuan atau keinginan tersebut akan menjadi semakin spesifik (specific-product goals). Contoh : Seorang konsumen memerlukan mobil pribadi untuk bepergian, setelah menabung dan mencari segala informasi mengenai mobil, konsumen tersebut memilih membeli mobil sedan Honda Civic.

     Menurut Abraham Maslow (1943), terdapat hierarki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh tiap manusia dan terbagi ke dalam 5 tingkat dari yang terbawah, yaitu :

1. Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan fisiologis yang terdapat pada tingkat terbawah meliputi seluruh kebutuhan biologis manusia untuk bertahan hidup antara lain; udara, air, makanan dan seks. Menurut Engel (1896), semakin tinggi tingkat kesejahteraan seseorang maka, persentase pendapatan yang digunakan untuk membeli makanan akan semakin rendah.

2. Kebutuhan Rasa Aman.

Setiap manusia pada dasarnya menginginkan rasa aman dan nyaman dalam menjalani hidup. Rasa aman di sini lebih diartikan kebutuhan aman secara fisik, contohnya manusia memerlukan pakaian dan tempat tinggal yang baik untuk merasakan hal tersebut.

3. Kebutuhan Sosial

Manusia dilahirkan sebagai mahluk sosial sehingga saling membutuhkan satu sama lain dalam hidup. Rasa memiliki, dimiliki dan diterima oleh orang-orang di sekitarnya pasti dibutuhkan oleh setiap orang.

4. Kebutuhan Ego

Setiap orang memiliki ego untuk berprestasi dan memiliki sesuatu lebih baik daripada orang lain. Hal ini dapat terjadi dalam kegiatan belajar, kerja, atau barang-barang yang dimiliki.

5. Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri dapat diartikan sebagai keinginan tiap orang untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

 

     David McClelland juga mencetuskan teori motivasi (McClelland’s theory of learned needs) yang terbagi ke dalam; Kebutuhan sukses, yang menyatakan bahwa tiap manusia memiliki keinginan untuk mencapai prestasi, reputasi dan karier yang baik ; Kebutuhan afiliasi, adalah keinginan tiap manusia untuk memiliki hubungan sosial yang baik dengan sesama di sekitarnya, serta selalu ingin merasa memiliki dan dimiliki oleh orang lain. ; Kebutuhan kekuasaan artinya keinginan seseorang untuk mengontrol lingkungan dan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.

     Pemahaman tentang motivasi dan kebutuhan ini sangat penting dalam melakukan  segmentasi dan positioning barang dan jasa yang akan ditawarkan. Segmentasi sangat penting dilakukan agar produk atau jasa dapat diarahkan ke target pasar berdasarkan tingkat kebutuhan. Citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen (positioning) juga harus disesuaikan dengan motivasi dan kebutuhan konsumen menggunakan produk dan jasa tersebut.

Setiap manusia pada hakikatnya memiliki kepribadian dan sifat masing-masing yang berbeda anatar satu orang dengan orang lain. Pemahaman tentang kepribadian konsumen ini penting bagi produsen dan pemasar suatu produk atau jasa, karena kepribadian ikut menentukan perilaku konsumen dalam memilih barang atau jasa. Pemasar dapat membuat program yang sesuai dengan karakteristik konsumen.

Menurut Schiffman and Kanuk (2010), kepribadian dapat diartikan sebagai karakteristik psikologis yang menentukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap lingkungan di sekitarnya. Dalam hubungannya dengan ilmu konsumen, kepribadian merupakan respon tetap terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar. Selain menunjukkan perbedaan antara satu orang dengan orang yang lain, kepribadian terbentuk dari proses sejak masa kanak-kanak serta mempengaruhi perilaku individu secara konsisten dalam waktu lama. Kepribadian juga mampu berubah karena situasi dan pengalaman hidup seseorang.

Menurut Sigmund Freud, kepribadian terdiri dari 3 unsur, yatu :

1. Id

Id. menggambarkan naluri manusia secara biologis dan memenuhi kepuasan tanpa memperhitungkan konsekuensinya.

2. Superego

Manusia memiliki sifat untuk patuh terhadap nilai-nilai sosial, etika moral masyarakat, dan berperilaku sesuai dengan apa yang baik sesuai dengan pandangan lingkungannya.

3. Ego

Ego berfungsi menyeimbangkan antara Id dan Superego, serta bekerja berdasarkan prinsip realitas. Pemenuhan kebutuhan fisiologis disesuaikan aturan dan nilai sosial masyarakat.

Pada Teori Neo-Freud ditambahkan bahwa, motivasi berperilaku diarahkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Lingkungan sosial juga turut berpengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang.

Horney menyebutkan bahwa terdapat 3 model kepribadian, yaitu :

1. Complaint, menunjukkan ketergantungan seseorang kepada orang lain.

2. Aggressive, adanya motivasi untuk memiliki kekuasaan.

3. Detached, kepribadian yang dicirikan selalu ingin bebas dan mandiri.

Kecenderungan perilaku konsumsi juga dapat dilihat dari gaya hidup seseorang.Gaya Hidup menunjukkan perilaku seseorang dalam bagaimana ia hidup, menggunakan uang, memanfaatkan waktu sesuai kegiatan, minat dan opini seseorang. Gaya hidup bersifat tidak permanen dan cepat berubah.

 

recommended blog and sites :

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

www.agrohort.ipb.ac.id

www.ikk.fema.ipb.ac.id

COVER-PERILAKU-KONSUMEN-2011

 

 

 

 

Comments

Tutorial Mengubah Pointer Mouse

1. Pada Menu Start, klik Control Panel.

2. Klik Icon Mouse

3. Pada Mouse Properties, pilih tab Pointers.

4. Klik Browse di bagian bawah.

5. Pilih Pointer yang diinginkan dari macam-macam pointer yang disediakan.

6. Setelah memilih, klik Open lalu klik Apply.

7.  Pointer Mouse akan berubah sesuai yang kita inginkan.

:))

 

 

 

 

 

Comments

Agronomy and Horticulture IPB Research Focus

Researches are directed to : (1) Development of food, estate, medicinal, and horticultural crop science and technology to increase product quantity, quality, productivity and continuity in order to gain food security and farmer prosperity, (2) Conventional breeding and molecular application to create adaptive and superior variety under biotic and abiotic stress, (3) Development of plant biotechnology to support self sufficient food and industrial need through genetics manipulation, (4) Study of eco-physiological aspect in intercropping farming system as effort to strengthen alternative farming system concept, (5) Agricultural development in marginal area, and (6) Agricultural system consolidation through by industrial and seed science supply and development.

Comments

What is Agronomy and Horticulture ?

It is agronomy if the production system is in open fields or meadows are utilized to produce grains and fodder for animals. Horticulture was involved with the production of tree fruits and vines, vegetables, ornamental plants, herbs and medicinal plants in kitchen gardens. But, as the distinguished author put it, this system breaks down in the tropics where it is never clear where agronomy ends and horticulture begins.
The term agronomy is derived from the two Greek words agros, meaning field, and nomos, meaning to manage. Thus agronomy has been defined as the art and science of field crop production and management. But this definition of agronomy does not provide a clear demarcation line with general application as to what is agronomy versus horticulture and their scope.

Comments

Hello Cruel World!

This is my second time checked my student blog.. The connection network still kinda slow, though.. -__-

I’m in Cassava Cyber (Cyber Singkong) for Praktikum Penerapan Komputer..

IPB is a huge campus and it should have a good connection network.. :(

Comments

The IT Training

Hello everyone.

This is my first post. :D

I’m in Gedung Pusat Komputer IPB now.  Though the connection is kinda slow in my computer.. :(

 

Comments

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Comments (1)